“Negara
disebut maju dan berkembang kalau penduduknya atau masyarakatnya mempunyai
minat baca yang tinggi dengan dibuktikan dari jumlah buku yang diterbitkan dan
jumlah perpustakaan yang ada di negeri tersebut.” Namun bagaimanakah dengan
minat baca orang Indonesia sekarang? Kita semua bisa tahu jawabannya meski
tanpa melihat data-data statistik.
Bagaimana
kita mengetahuinya? Semua itu dapat dilihat dari perilaku orang-orang yang ada
di sekitar kita. Saat kita berbicara dengan teman atau orang lain, kita dapat
mengetahui seberapa banyak-kah pengetahuannya dari cara bicara, topik-topik
yang dipilih dalam pembicaraan, dan cara mereka menanggapi sebuah pembicaraan,
masalah, ataupun pembahasan. Orang yang banyak membaca cenderung lebih bijak
dalam menanggapi sebuah pembicaraan dan pandai memilih topik pembicaraan. Mereka
juga cenderung punya pendapat sendiri dari setiap masalah. Meskipun minat baca
seseorang tak dapat dijadikan sebagai kriteria utama penilaian terhadap luasnya
pengetahuan seseorang, namun hal ini juga dapat mempengaruhi perilaku
seseorang.
Mengapa
minat baca dapat mempengaruhi perilaku seseorang? Kita dapat melihat contoh
yang terdekat dengan kita, saat kita berada jalan raya, tak sedikit orang yang
menerobos lampu merah, parkir sembarangan di sembarang tempat, padahal sudah
jelas terdapat rambu dilarang parkir disana. Banyak orang membuang sampah
sembarangan padahal sudah jelas ada larangan. Lantas apa hubungannya dengan
minat baca? Kebanyakan orang cenderung tidak peduli dengan sekitar, dan malas
membaca peraturan-peraturan yang ada disekitarnya. Kecilnya minat baca
seseorang, juga menurunkan aware mereka terhadap lingkungan dan mengacuhkan
peraturan-peraturan yang ditempel disana-sini karena mereka malas untuk
membacanya.
![]() |
| pict by Google.com |
Hal ini membuktikan
seberapa besarnya aware warga Singapura terhadap lingkungan sekitar mereka,
karena hanya dengan gambar-gambar yang tertempel di dinding para warganya sudah
sadar dan menaati peraturan tersebut.
Sekarang coba kita saksikan bersama video di bawah ini:
Sekarang coba kita lihat gambar dibawah ini.
![]() |
| pict by Google.com |
![]() |
| Pict by Google.com |
Hal
seperti ini mungkin sudah sering kalian lihat disekitar kalian. Hal tersebut
dapat terjadi karena kurangnya aware dari anggota masyarakat terhadap
lingkungan mereka. Keengganan untuk membaca hal-hal kecil seperti inilah yang
saya maksud dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Karena enggan untuk membaca
peraturan yang ditempel, mereka jadi berperilaku sesukanya. Atau bahkan,
mungkin mereka melihat dan membacanya, tapi karena orang lain tidak menaatinya,
mereka juga ikut-ikutan.
Karena itulah, sangat penting untuk meningkatkan minat baca, selain untuk memperkaya pengetahuan, membaca juga dapat meningkatkan aware kita terhadap sekitar. Jika aware kita terhadap sekitar meningkat.
Dengan
ini, kehadiran perpustakaan sebagai sumber kita mendapat buku dan informasi
tentu sangat dibutuhkan. Pembuatan sudut baca di kamar, atau tempat-tempat yang
sering didatangi orang juga diperlukan agar dapat meningkatkan minat baca
orang-orang. Harapan saya pribadi, sebagai pelajar Wonosobo, semoga
Perpustakaan Daerah Wonosobo dalam ulangtahunnya ke 28-nya dapat menjadi sumber informasi, referensi dan
tempat belajar bagi seluruh lapisan masyarakat. Dan semoga minat masyarakat
untuk membaca dan mengunjungi perpustakaan dapat meningkat.
Postingan artikel ini
diikutsertakan dalam Lomba Blog #WonosoboSenengMaca



