Translate

Selasa, 27 Februari 2018

Minat Baca Pengaruhi Tingkah Laku

“Negara disebut maju dan berkembang kalau penduduknya atau masyarakatnya mempunyai minat baca yang tinggi dengan dibuktikan dari jumlah buku yang diterbitkan dan jumlah perpustakaan yang ada di negeri tersebut.” Namun bagaimanakah dengan minat baca orang Indonesia sekarang? Kita semua bisa tahu jawabannya meski tanpa melihat data-data statistik. 

Bagaimana kita mengetahuinya? Semua itu dapat dilihat dari perilaku orang-orang yang ada di sekitar kita. Saat kita berbicara dengan teman atau orang lain, kita dapat mengetahui seberapa banyak-kah pengetahuannya dari cara bicara, topik-topik yang dipilih dalam pembicaraan, dan cara mereka menanggapi sebuah pembicaraan, masalah, ataupun pembahasan. Orang yang banyak membaca cenderung lebih bijak dalam menanggapi sebuah pembicaraan dan pandai memilih topik pembicaraan. Mereka juga cenderung punya pendapat sendiri dari setiap masalah. Meskipun minat baca seseorang tak dapat dijadikan sebagai kriteria utama penilaian terhadap luasnya pengetahuan seseorang, namun hal ini juga dapat mempengaruhi perilaku seseorang.

Mengapa minat baca dapat mempengaruhi perilaku seseorang? Kita dapat melihat contoh yang terdekat dengan kita, saat kita berada jalan raya, tak sedikit orang yang menerobos lampu merah, parkir sembarangan di sembarang tempat, padahal sudah jelas terdapat rambu dilarang parkir disana. Banyak orang membuang sampah sembarangan padahal sudah jelas ada larangan. Lantas apa hubungannya dengan minat baca? Kebanyakan orang cenderung tidak peduli dengan sekitar, dan malas membaca peraturan-peraturan yang ada disekitarnya. Kecilnya minat baca seseorang, juga menurunkan aware mereka terhadap lingkungan dan mengacuhkan peraturan-peraturan yang ditempel disana-sini karena mereka malas untuk membacanya.

pict by Google.com
Jika kita pergi ke Singapura, kita akan banyak menemukan gambar-gambar larangan untuk makan,merokok dsb. yang ditempel di dinding-dinding stasiun kereta api, bandara, di dalam kendaraan umum, dan ditempat-tempat umum. Dan akan dikenakan denda yang cukup besar bagi pelanggarnya. Bahkan jika turis asing sekalipun, yang kemungkinan belum tahu, bila melanggar aturan itu mereka akan tetap dikenai denda. 

Hal ini membuktikan seberapa besarnya aware warga Singapura terhadap lingkungan sekitar mereka, karena hanya dengan gambar-gambar yang tertempel di dinding para warganya sudah sadar dan menaati peraturan tersebut. 



Sekarang coba kita saksikan bersama video di bawah ini:


Sekarang coba kita lihat gambar dibawah ini.

pict by Google.com

Pict by Google.com

Hal seperti ini mungkin sudah sering kalian lihat disekitar kalian. Hal tersebut dapat terjadi karena kurangnya aware dari anggota masyarakat terhadap lingkungan mereka. Keengganan untuk membaca hal-hal kecil seperti inilah yang saya maksud dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Karena enggan untuk membaca peraturan yang ditempel, mereka jadi berperilaku sesukanya. Atau bahkan, mungkin mereka melihat dan membacanya, tapi karena orang lain tidak menaatinya, mereka juga ikut-ikutan.

Karena itulah, sangat penting untuk meningkatkan minat baca, selain untuk memperkaya pengetahuan, membaca juga dapat meningkatkan aware kita terhadap sekitar. Jika aware kita terhadap sekitar meningkat.


Dengan ini, kehadiran perpustakaan sebagai sumber kita mendapat buku dan informasi tentu sangat dibutuhkan. Pembuatan sudut baca di kamar, atau tempat-tempat yang sering didatangi orang juga diperlukan agar dapat meningkatkan minat baca orang-orang. Harapan saya pribadi, sebagai pelajar Wonosobo, semoga Perpustakaan Daerah Wonosobo dalam ulangtahunnya ke 28-nya dapat menjadi sumber informasi, referensi dan tempat belajar bagi seluruh lapisan masyarakat. Dan semoga minat masyarakat untuk membaca dan mengunjungi perpustakaan dapat meningkat.




Postingan artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog #WonosoboSenengMaca